Nami baru selesai mengajar les piano dan ia berniat untuk pulang, tetapi ponselnya bergetar. Nami segera membuka pesan dari Dean. Dia tidak tahu harus merasa senang atau sedih ketika membaca nama pengirim pesan tersebut. Kau menyisipkan pesan yang aku kirimkan kepadamu saat mengantre di The Halal Guys. Siapa yang mengizinkanmu memakai pesanku? Aku sudah membaca sinopsisnya dan aku membelinya. Selamat untuk novelmu dan terima kasih karena menyisipkan pesanku itu. Kau tahu aku bahagia dan tersenyum saat membacanya. Aku bangga padamu dan kau yang terbaik. Nami menggenggam erat ponselnya dan ia tersenyum lebar. Dean mengingatnya dan membeli novelnya. Nami cepat-cepat membalas pesan Dean sebelum menyeberang lampu merah. Ia membalasnya sambil tersenyum. Sudah lama sekali ia tidak melihat pria

