Dean tengah berada di perusahaan periklanan. Hari ini akan ada rapat pemegang saham dan Dean hadir di sana. Selama menunggu rapat akan berlangsung, Dean membuka ponselnya. Ia membaca pesan yang dikirimkan Nami padanya minggu lalu. Dean diam sambil berpikir. Apakah langkah yang diambilnya salah. Setelah ia kembali menjalin hubungan dengan Tia Dermawan, Dean merasa biasa saja. Maksudnya, rasa ingin kembalinya pada Tia hanya ada pada saat ia belum mendapatkan Tia, tetapi setelah ia menjalin hubungan dengan Tia lagi, hatinya terasa hambar. Justru cintanya tidak bergejolak seperti dulu kala. Dean pun bertanya-tanya dengan dirinya sendiri mengapa ia seperti itu. Bagaimana dengan Nami di pikirannya saat ini? Ya, Nami. Wanita itu seolah memenuhi pikiran Dean setiap waktu. Entah itu saat ia sendir

