Nine

1464 Kata

“Ini pesananmu.” Nami menyerahkan bungkusan makanan yang dipesan kepada Dean. Ia kemudian duduk di sebelahnya. Pria di sampingnya segera membuka pesanan itu sambil mencium aroma rempah-rempah yang menyengat hidungnya. Nami diam sebentar sambil memikirkan isi pesan yang Dean kirim untuknya beberapa saat yang lalu. Tampaknya pria itu hanya mengirimkan pesannya dengan keusilan semata tanpa benar-benar berniat atau entahlah, Nami tidak tahu. Dean memang orang yang tidak acuh serta seenaknya. “Hei Sialan, kau hanya membelikan satu minuman untukku?” “Memangnya harus berapa?” Nami heran dengan pertanyaan itu. Dean tidak memintanya untuk mengambil dua minuman untuknya. “Tiga.” “Oh, kau tidak mengatakannya padaku.” Dean tidak terlalu menghiraukan jawaban Nami ia kemudian membuka ponselnya. Ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN