Jangan pernah memalingkan padanganmu saat aku memasukimu. Kau mengerti? *** Alarick masih dapat mendengar suara teman-temannya yang berbicara mengenai Alarick saat mereka keluar rumah. Sedangkan Alarick berjalan mendekati pintu kamar yang ada Valerie di dalamnya. Seketika, langkah Alarick terhenti. Tubuhnya menegang. Dia menelan salivanya dengan susah payah. Matanya melebar menatap pintu di depannya. Apa Valerie mendengarnya? Jantung Alarick bergemuruh hebat. Dia kembali menelan salivanya susah payah, lalu mengulurkan tangannya pada knop pintu. Dadanya terus bergemuruh hebat saat tangan Alarick semakin mendekati knop pintu dan menyentuhnya. Sekilas, memori tentang Feli menghantuinya. "Arick!! Jangan jauh-jauh dari Eli!!" "Eli jangan lari-lari nanti jatuh." "Ih Arick! Arick itu suami

