Aku sudah biasa terbuang. Aku sudah biasa dimanfaatkan orang lain untuk kepentingannya sendiri. *** "ASTAGA NYONYA!" Teriakan dalam bahasa Indonesia itu membuat Alarick segera terbangun dari tidurnya. Ia menelesuri kamarnya dan tidak mendapati Valerie di mana pun. Alarick melompat dari kasurnya dengan panik dan keluar kamarnya dengan cepat. Ucapan-ucapan dengan nada khawatir namun menggunakan bahasa yang tidak dimengertinya itu membuat Alarick berlari cepat melewati koridor mansionnya dan menuju ke arah tangga. Jantung Alarick seolah turun dari tempatnya saat mendapati kerumunan pelayannya di bawah tangga. "Valerie!" teriaknya khawatir dan berlari turun meniti tangga. Pelayan Alarick menyingkir dan memberikan ruang untuk melihat Valerie yang duduk sambil memegangi keningnya. Alarick s

