Beautiful Boss 9

551 Kata
Seminggu menjelang pertunangan difia dan Daniel,mereka masih di sibukan pekerjaan di kantor dan mereka terus melakoni sandiwara mereka apalagi saat di kantor, meski pun di luar kantor mereka juga belum dekat bahkan komunikasi saja jarang, itu pun kalau ada keperluan baru mereka ada komunikasi, da nasal kalian tau yang memasukan nomor masing-masing di handphone yaitu ulah si mama-mama karena mereka tau, pasti tak ada yang ingi bicara untuk minta nomor handphone duluan makanya mamanya lah yang berinisiatif. Hari ini jadwal jesslyn akan berkunjung ke kantor difia untuk mengadakan meeting terkait iklan nya untuk perusahaan difia, daniel kembali ikut bergabung karena ini termasuk dari project ini. Jesslyn berjalan lemah gemulai dengan menggunakan short dress di atas lutut dan lengan you can see berwarna merah membuat kulit putihnya makin membuat orang terpana di tambah rambutnya pirangnya yang di gerai menjuntai hingga pinggang. Hari ini pukul 9 pagi difia sudah berada di ruang meeting bersama vira di susul daniel dan elsa, sekitar 5 menit menunggu akhirnya yang di tunggu datang juga, jesslyn masuk ke ruang rapat bersama asistennya. Tanpa menunggu lama, rapat di mulai dengan memaparkan produk apa yang akan jesslyn promosikan, kapan jadwal pemotretannya dll. Saat rapat sedang berlangsung, jesslyn sempat mencuri pandang ke daniel dan tersenyum namun yang di tatap cuek bebek saja walau iya tau jesslyn kini tengah menatapnya intens. Sekitar 3 jam, rapat akhirnya menemukan hasil, jesslyn setuju untuk bergabung di perusahaan difia sebagai model iklan nya, tentunya di ikuti dengan niat terselubung di dalamnya. Setelah rapat selesai difia mengajak mereka semua makan siang di salah satu restoran yang tak jauh dari kantor nya sebagai tanda awal kerja sama mereka, setelah sampai di restoran tersebut mereka pun berjalan menuju tempat duduk yang mereka pilih tapi pada saat berjalan daniel yang asik main Hp tiba tiba di kejutkan oleh jesslyn yang sudah berada tepat di sampingnya. " Hai niel, apa kabar kamu ?" Sapa jesslyn . Dan yang di sapapun malah celingak celinguk, seakan mencari seseorang, siapa lagi yang dia cari kalau bukan sang calon tunangan. Yaaa vira,elsa dan tim jesslyn sudah sampai duluan di tempat duduk mereka sedangkan difia berbelok dulu ke toilet tadi.. " Ooo, hai jes. kamu sendiri bagaimana?" " Seperti yang kamu lihat, niel kamu semakin ganteng saja" ucap jeslyn sembari mengedipkan mata dan daniel hanya bisa tersenyum bukan senyum malu malu atau bahkan bahagia tapi ini senyum terpaksa. " Daniel, aku kangen kamu" ucap jeslyn sembari merangkul lengan Daniel dan bermanja-manja, daniel yang merasa risih berusaha melepaskan tangan jeslyn dari lengannya, apalagi beberapa orang yang lewat melihat mereka. " kenapa belum duduk?" Suara itu , segera daniel menghempas tangan jesslyn , di saat daniel mendengar tegurannya dan membuat jesslyn sedikit meringis kesakitan karena lengannya di hempas dan membuat mimik wajahnya berubah  kesal tapi kemudian ia mengubahnya menjadi senyum di saat ia berbalik badan. "Ini kami" sebelum menyelesaikan ucapannya tiba tiba daniel yang angkat bicara " Hmmm, kami menunggu bu difia. siapa tau ibu tidak menemukan tempat duduk yang kami pesan" ucap daniel cepat dengan sedikit gugup, takut difia salah paham nanti " Ooohhh, mari kalau begitu " ucap difia santai dan mempersilahkan jesslyn berjalan duluan di susul difia kemudian daniel yang mengekori difia . ada yang menjanggal tapi bukan batu Dan acara makan siang itu pun berlangsung dengan santai di selingi sesi tanya jawab antara difia dan jesslyn seputar kerjaan dan di ngobrol santai.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN