Difia POV
Di jodohkan?
Kata yang selama ini aku hindari di muka bumi ini. Yaa aku sadar di lingkungan seperti yang aku jalani ini seperti sekarang ini perjodohan kerap kali terjadi, apalagi kalau bukan bisnis alasannya, tapi tidak semuanya sih tapi bisa di katakana hampir 90% terjadi karena bisnis. Rasanya aku ingin lari, keluar dari lingkaran ini agar aku bisa terbebas dari kata itu namun benar kata orang nasi telah jadi bubur, rencana itu telah keluar dari mulut papi ku. Dan apa yang papi ku ucapkan tidak boleh di tolak, jadi aku harus menjalaninya walau jujur aku belum siap. Dan lebih parahnya lagi aku di jodohin sama karyawan aku sendiri,mana si karyawan tengil lagi, slengean, menyebalkan, sok ganteng , cerewet, petakilan dan pokoknya aku tidak suka saja intinya sama dia. Mau jadi apa coba rumah tangga ku sama dia? Dianya saja masih seperti bocah begitu, mana bisa ia membimbing aku.
Tapi satu yang baru aku tau ternyata calon aku itu bukan karyawan biasa, dia adalah pewaris tunggal dari kerajaan bisnis omar group, yang bergerak di bidang penjualan minyak. Bisa di bayangkan dia orang tajir bahkan sebelas dua belas sama kekayaan keluarga ku tapi dia malah memilih untuk kerja di perusahaan ku jadi karyawan biasa ketimbang jadi Direktur di perusahaan sendiri. Jujur kalau ini aku kagum sama dia tapi kalau ingat tingkah lakunya, yaa tuhan ampun aku, walau aku akui dia ganteng bin cerdas tapi kembali lagi tingkah lakunya yang tidak bisa aku terima. aku berpikir jadi apa rumah tangga aku nanti, nikah tanpa cinta. Yang nikah pakai cinta saja kadang rumah tangga nya seperti kapal pecah apalagi aku nanti. jangankan cinta , rasa suka saja tidak ada terbersit di pikiran aku saat ini. Impian aku itu ya berkarir, mencapai posisi tertinggi, kemudian aku bisa keliling dunia dulu, bahagiain mami papi, baru deh aku pikirin nikah. Baru kepikiran loh, bukan langsung nikah. Yaaa boleh kalian tebak selama umur aku 26 tahun ini aku baru jatuh cinta sekali dan sekali itu buat aku sedikit trauma jadinya aku tidak mau jatuh cinta lagi untuk saat ini tapi mau bagaimana lagi bayang bayangan jodoh sudah di pelupuk mata. Daniel berhasil memasuki kehidupan aku walau pun dia belum berhasil masuk ke hatiku tapi saat rapat di kantor aku melihat model yang aku gait bernama jesslyn entah kenapa tanpa sepengetahuan orang orang tapi tak berhasil lolos dari jangkaun ku, dia diam diam selalu menatap daniel kemudian tersenyum walau pun daniel tidak menanggapinya dan saat kami pergi makan siang , sepulang dari toilet aku tidak sengaja melihat jesslyn berduaan dengan daniel . aku tinggal lumayan lama memerhatikan interaksi mereka, sepertinya mereka sudah kenal sejak awal , bahkan bisa di katakana mereka lebih dari teman karena dimana jesslyn dengan berani langsung merangkul lengan Daniel walau Daniel berusaha melepasnya secara paksa dan itu membuat aku tidak suka lihatnya, tidak suka bukan cemburu ya . Dengan cepat aku menghampiri mereka dan menyapanya tapi tetap aku pasang muka dingin biar tidak ketahuan kalau aku tidak suka lihatnya. Hehhehe