T I G A P U L U H T U J U H

2142 Kata

s**u cokelat di meja makan yang semula diseduh panas, kini sudah dingin, tak tersentuh sejak satu jam lalu tersaji. Sang pemilik mengabaikannya begitu saja, dan lebih memilih untuk termenung memandangi kamar belajar yang semalam masih berisi tumpukan buku kedokteran, kini kosong. Hanya menyisakan kasur dan meja belajar. Sekali lagi Indira memastikan, bahwa hubungannya dengan Mahesa memang sudah selesai. Sekeras apapun Indira berusaha, pernikahannya tetap tidak bisa diselamatkan. Namun, dering ponsel menyelamatkan Indira dari tenggelam lebih dalam oleh lamunannya. Di seberang sambungan, Olive menanyakan kabar Indira. “Iya, ini gue juga udah mau berangkat kok.” “Beneran, kan? Soalnya timnya Pramita udah nungguin, nih! Mau gue jemput enggak?” “Enggak usah. Ok-ok, gue berangkat sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN