*** Hari ini Brayen memutuskan untuk tetap berada di rumah. Bersama Aluna jauh lebih baik, menggantikan hari-hari yang sudah hilang sejak dulu. Ini adalah moment yang sangat Brayen tunggu-tunggu, memandang wajah polos Aluna yang sedang tertidur pulas. Kebiasaannya ternyata masih sering kambuh seperti ini, terlambat bangun hingga akhirnya berubah menjadi induk kerbau yang senang tiasa tidur hingga mata hari berdiri tegak di atas langit. Dengan gemas, Brayen memainkan cuping hidung Aluna, sudah lama sekali ia tidak melakukan hal ini. Sekarang, Brayen bisa melakukan itu sesukanya, mencium pipi Aluna berkali-kali. Merasa terusik karena ulah Brayen, Aluna membuka matanya mendapati Brayen yang sedang tersenyum gemas menyambutnya. Aluna ikut tersenyum, Brayen membangunkanya begit

