I *** Pagi itu, tante Diana menjerit histeris saat masuk ke dalam kamar Aluna. Gadis itu sudah tergeletak di atas lantai dengan darah yang mengelir dati tangannya, sepertinya Aluna sedang melakukan percobaan bunuh diri. Tante Diana langsung panik, tidak tahu harus melakukan apa. Wajah Aluna sudah sangat pucat, bibirnya juga membiru. Sepertinya aksi gila ini sudah ia lakukan sejak tadi malam. "Al, Aluna. Bangun, sayang." Tante Diana sudah menangis, sangat menghawatirkan kondisi Aluna, sementara pikiran buruk sudah berkecamuk di dalam benaknya. Sudah menebak kemana-mana. Takut anaknya kembali meninggal dan akhirnya ia tidak memiliki anak sama sekali. Mendegar jeritan keras dari dalam kamar Aluna, kontan om Arif langsung berlari dari bawah. Ia ikut terkejut mendapati tante Dia

