*** B rayen baru tiba di bandara, celingak-cekinguk mencari seseorang. Tidak lama setelah itu, orang yang baru saja tiba, berjalan perlahan menuju pintu keluar. Pria itu melangkah sambil menyeret koper di pindah, ikut tersenyum saat bertemu dengan, Brayen. "Hallow my bro," sapa Brayen dengan penuh persahabatan, saling beradu salam, sangat sangat akrab. "Apa kabar." "Baik, lo sendiri gimana? Udah dapet cewek?" Miko berdecak, kemudian terkekeh pelan. Baru saja bertemu, sudah ditoyor dengan pertanyaan seperti itu. "Mentang-mentang lo udah nikah, jadi lo berjuang ngeledekin gue?" "Kayak lo nggak tau aja, gimana gue bisa sampai nikah." "Terus gimana hubungan lo sama, Ines?" Mendengar pertanyaan Miko, Brayen mendesah. Berhubungan dengan perempuan itu memang tidak akan pernah bi

