"Suara siapa?" tanyaku heran melayangkan pandangan dan bersiap berjalan menuju kamar tempat suara batuk berasal. "Haduh, Mas. Habisin nasi gorengnya dulu. Paling itu suara satpam komplek yang suka berkeliling." Mirna berusaha merayu dan memegang tanganku. Dengan sedikit grogi dia mengambil air minum yang tidak jauh dari jangkauannya di atas meja makan. "Minum Mas, pasti nasi goreng buatanku pedas. Oh ya, aku tadi kasih cabe yang banyak." Mirna meraih tissu, melap bibirku . Sikapnya aneh dan berlebihan, tubuhnya terus berusaha menampel di tubuhku membuatku susah bergerak. "Minggir Mirna, aku mau melihat siapa yang sudah masuk ke dalam kamar kita." Aku berusaha mendorong tubuhnya agar menepi. "Ish, Mas...aduh, kenapa kasar begini." Mirna mengaduh, merasakan tubuhnya sedikit tergeser

