“Jadi, apa yang ingin kau sampaikan?” Kalimat itu seketika menghentikan langkah Cantika. Ia menoleh perlahan, dan pandangannya langsung tertuju pada Leon yang tengah duduk dengan tenang di ruang tunggu, seolah sudah lama menantinya. Cantika hanya bisa terdiam. Matanya mulai mengamati setiap bagian tubuh pria itu, dari ujung kaki hingga helai rambut di puncak kepalanya, seolah sedang memastikan sesuatu sebelum ia benar-benar mengambil keputusan. “Hei, mengapa kau hanya diam begitu saja?” ujar Leon sambil perlahan bangkit dari tempat duduknya. Tubuhnya tampak sangat tegap dan berwibawa. Tangannya yang kekar dan penuh tenaga seolah menyiratkan kemampuan luar biasa dalam mengerjakan berbagai hal, hingga membuat sudut bibir Cantika sedikit mengangkat diri, membentuk senyum tipis yang tak bi

