bc

After Taste

book_age18+
1
IKUTI
1K
BACA
dark
friends to lovers
dominant
drama
sweet
coming of age
first love
lonely
passionate
wild
like
intro-logo
Uraian

Edly sangat mencintai Deigo melebihi apa pun yang ia miliki di dunia ini. Segala cara ia lakukan untuk mendapatkan hati pria pujaannya itu. Bahkan ia tidak memedulikan posisi calon penerus perusahaan keluarganya karena memilik untuk mengejar cintanya. Tanpa ia tahu, ayahnya tengah mempersiapkan perjodohan Mia, Kakak tirinya, dengan Deigo, si pria yang sedang dikejarnya. Alasan sang Ayah memilih Mia, karena hanya Mia yang serius menjalankan bisnis keluarga sementara di mata sang Ayah, Edly hanya sibuk bermain-main tanpa sang Ayah tahu jika Deigo adalah cinta mati sang puteri kecilnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
The Guy Smells Clive Christian
Edly mengangkat gelasnya tinggi-tinggi, diikuti riuh tawa kedua temannya, Nadila dan Sasha. Summer’s Bar malam ini lebih meriah dari biasanya. Mia, kakak tertua Edly sekaligus pemilik summer’s Bar tengah mengadakan pesta ulang tahun di sini. Awalnya Nadila dan Sasha tidak bisa memasuki tempat ini karena semua meja sudah di-book untuk tamu-tamu Mia, ditambah mereka tidak tahu jika Mia sang pemilik sengaja menutup barnya khusus di hari ulang tahunnya. Beruntung mereka tidak sengaja bertemu Edly yang baru saja datang. Tanpa ragu, Edly langsung membawa kedua temannya masuk untuk ikut merayakan ulang tahun sang kakak. “Lo nggak bilang sih, mau ngajak ke summer’s bar,” ucap Edly saat keduanya sudah berada di sebuah meja di lantai atas. Setelah menyapa Mia, mereka segera mendatangi lantai atas yang agak sepi. Edly sengaja memilih di atas karena malas berbaur dengan teman-teman sang kakak yang penuh di lantai bawah. Malam ini Edly memakai mini dress terbaiknya. Gaun itu berwarna merah maroon dengan bagian punggung dan d**a yang sangat terbuka. Rambut panjang kecokelatannya sengaja ia gerai. “Ya, kan, tadi pas gue tanya lo bisa keluar gak malam ini, lo cuma bilang mau ke ulang tahun Mia. Mana gue tahu kalau Mia ulang tahun di sini,” sahut Nadila setengah berteriak, bersahutan dengan musik yang memenuhi tempat ini. Sebelum pergi ke summer’s bar, Nadila dan Sasha sempat menghubungi Edly untuk mengajak gadis itu bersantai sembari melepas penat dari rutinitas pekerjaan mereka. Mereka juga tidak mengatakan pada Edly jika tujuan mereka adalah tempat ini. Siapa sangka, kini ketiganya memang ditakdirkan untuk melewati malam bersama. “Girls, kalian masih ingat Deigo nggak?” tanya Edly kemudian. Matanya tampak berbinar saat menyebutkan nama pria itu. “Ya inget lah. Dari awal masuk kuliah sampe lulus, lo ngejar-ngejar tuh, cowok. Tapi nggak dapet-dapet juga.” Sasha merotasikan matanya malas. Sedangkan Nadila tampak tertawa mengejek. Gadis cantik berwajah belasteran Belanda-Manado itu memakai gaun hitam panjang dengan belahan d**a yang terbuka membuat wajahnya terlihat makin menggoda. Sedangkan Sasha yang berwajah baby face, memilih off shoulder dress berwarna cream yang membuat dirinya terlihat makin menggemaskan. “Lo tuh udah menghabiskan masa-masa kuliah dengan mengejar orang yang salah tahu nggak, Ed,” ucap Nadila. “Iya, dibilang Deigo nggak suka cewek,” tambah Sasha, membuat keduanya tertawa keras, sedangkan Edly hanya bisa menghela napas, mencoba bersabar dengan kedua temannya yang dari dulu memang tidak suka dirinya yang begitu menyukai Deigo. Dan kini, sudah dua tahun lulus, ia masih saja menyebutkan nama pria itu. Sasha menyurutkan tawanya melihat Edly yang tampak bete. “Kenapa sih, Ed, lo masih penasaran sama Deigo, atau lo baru-baru ini ketemu dia lagi?” “Iya! Akhirnya gue satu kantor sama dia!” jawab Edly mantap. Sasha dan Nadila saling berpandangan. “Dia yang masuk kantor lo atau…” Sasha menggantung kalimatnya. “Jangan bilang lo keluar dari perusahaan bokap lo dan masuk ke kantornya Deigo?” tebak Nadila. Edly langsung tersenyum-senyum senang sambil menyesap wine perlahan sambil mengedarkan pandangannya. Sasha dan Nadila tentu saja tidak percaya dengan kenekatan Edly demi bisa dekat dengan pria pujaannya yang jelas-jelas dari dulu pria itu tidak begitu memedulikannya.            “Untuk kebahagiaan gue yang diterima di perusahaan impian gue!” teriak Edly lantang mengabaikan tatapan keheranan kedua temannya. “Selangkah lebih dekat menuju pelukan Deigo,” sambung Edly terkekeh di akhir kalimatnya.            “Emang Deigo bakalan ingat sama lo, Ed?” tanya Nadila serius.            “Kalau ternyata cowok pujaan lo itu udah nikah, gimana?” sambung Sasha. Senyum Edly memudar, diikuti dengan cekikikkan kedua sahabatnya.            Memang tidak ada yang salah dari ucapan Sasha. Sampai Deigo, seniornya di kampus lulus, pria itu tak juga membalas pernyataan cinta Edly. Edly merasa tidak ada yang salah dari dirinya. Ia pintar, cantik, bahkan bisa menggeser posisi Deigo sebagai ketua HIMA di kampus saat itu. Ya meskipun saat itu alasan sebenarnya karena Deigo ingin fokus dengan tugas akhirnya.            “Ya, makanya, lo berdua dukung gue, dong. Setelah gue tahu Deigo kerja di Seven Forest, gue langsung mengundurkan diri di perusahaan bokap,” ucap Edly bersemangat.            “Seven Forest? Lo gila ya? Itu kan perusahaan saingan bokap lo?” tanya Nadila gemas. Seven Forest adalah perusahaan media terbesar yang memiliki beberapa stasiun televisi juga management yang mengorbitkan artis-artis dalam dan luar negeri yang ingin berkarier di Indonesia. Tidak hanya itu, Seven Forest juga membangun berbagai pusat perbelanjaan dan juga taman hiburan. Beberapa tahun ini, Seven Forest telah mengalahkan omset Golden Summer Group yang sudah berpuluh tahun bergerak di bidang penyiaran.            “Terus bokap lo tahu lo pindah ke Seven Forest?” tanya Sasha lagi. Edly mengangguk dengan santainya. “Tahu.” “Terus ngizinin?” “Ya gue bilang aja buat riset. Lagian Seven Forest nggak tahu kalau gue anaknya pemilik Golden Summer.” “Terus lo ngelamar jadi apa di sana? Direktur? Wakil direktur?” “Produser sebuah program TV.” Sasha dan Nadila hampir saja menyemburkan minuman yang baru saja mereka tenggak. Edly Brisilla Nadyatma, calon pewaris perusahaan besar rela menjabat sebagai produser acara TV hanya demi mengejar seorang pria. “Kenapa lo berdua? Aneh tahu gue mau jadi produser TV?” lirik Edly sinis, seakan dapat membaca pikiran kedua temannya. “Lo kenapa sih, Ed, nggak kayak kakak lo, Mia? Kenapa lo nggak fokus aja menjalankan anak bisnis keluarga lo?” tanya Nadila masih tidak percaya dengan keputusan Edly. “Ya justru itu, bokap gue nggak perlu khawatir sama bisnisnya karena ada Mia. Gue nggak pengin-pengin banget kok, jadi penerus bisnis bokap gue. Asal bisa mendapatkan cinta sejati gue, jabatan bisa jadi nomor dua.” Edly berkata mantap, meskipun perkataannya barusan semakin membuat dua temannya tidak mengerti, dan memilih untuk mengabaikan Edly dengan angan-angannya.            Lain dengan Edly, Sasha semakin menekuni kecintaannya di dunia entertainment sejak lulus kuliah. Kini ia sudah menjadi seorang artis pendatang baru yang cukup dikenal berkat peran utama pertamanya di sebuah film. Sedangkan, merupakan seorang penulis best seller dengan nama pena Sein Alanya. Tidak ada yang tahu jika sosok Sein Alanya adalah dirinya. Dan berkat kesuksesannya menulis buku, ia sudah punya sebuah penerbit sendiri yang juga menghasilkan penulis-penulis berkualitas dengan berbagai judul bulu yang best seller.            “Iya, deh, iyaaaa. Cheers untuk teman kita tersayang, Edly, yang sebentar lagi akan menjadi lebih dekat dengan cinta pertamanya.” Nadila akhirnya mengangkat gelasnya, begitu pun dengan Sasha.            “Semangat, Edly!” teriak Sasha lantang. “Jangan lo sia-siakan kesempatan lo untuk lebih dekat dengan Deigo!” Kedua temannya kembali berjoget mengikuti hentakkan musik yang dimainkan oleh seorang DJ ternama sambil menghabiskan minuman beralkohol yang mereka pesan. Mata Edly berpendar ke bawa lantai dansa yang terlihat lebih meriah. Di dalam cahaya lampu temaram, ia mendapati sesosok pria bertubuh tinggi dengan kulit pucat. Rambutnya hitam legam dengan rambut tipis di sekeliling rahangnya. Meski dari lantai atas, Edly yakin jika pria itu sangat tampan. Pasti salah satu tamu Mia, pikirnya. Ya siapa lagi yang datang ke sini malam ini selain teman-teman kakaknya, kecuali Nadila dan Sasha. “Duh, baru aja sedikit lebih dekat menuju Deigo, udah kecantol cowok ganteng aja lo,” ledek Sasha yang memergoki apa yang kini tengah dilihat Edly. Tapi pria itu menghilang di antara kerumunan manusia lainnya.            “Mata gue kan, emang jago ngelihat yang ganteng-ganteng.” Jawaban Edly disambut tertawa renyah dari Nadila.            “Udah ah, gue mau ke toilet dulu.” Tanpa menunggu jawaban dari kedua temannya, Edly melenggang mencari toilet di sudut lorong.   “Oh, s**t!” Edly kembali menutup pintu toilet dengan keras saat ia mendapati sepasang wanita yang tengah berciuman di dalam. Satu wanita berdiri dan satu wanitanya duduk di atas wastafel. Edly semakin mual karena ini kali pertama ia melihat sepasang wanita berciuman.            Karena ia sangat ingin buang air kecil, Edly segera menuruni tangga untuk mencari toilet lain di lantai bawah. Sialnya karena terburu-buru, ia sampai menabrak seorang pria yang baru saja keluar dari bilik toilet pria sampai-sampai rambutnya tersangkut di kancing kemeja pria tersebut.            “Sorry!”            “Maaf!”            Edly dan pria yang ada di hadapannya saling meminta maaf. Padahal Edly sadar ini adalah salahnya yang tidak melihat jalan. Pria itu berusaha melepaskan helaian rambut Edly yang tersangkut di kancing bajunya dengan sangat hati-hati. Edly sadar jika wajahnya kini hampir menempel dengan d**a bidang pria itu. Seketika Edly terbuai oleh aroma parfum yang dipakai pria tersebut. Ah, ini pasti pengaruh alkohol yang diminumnya, pikirnya.            “Sudah.” Ucapan pria itu membuat Edly sadar jika tak ada lagi helaian rambut yang tersangkut di kancing kemeja pria itu. Untuk sesaat Edly terdiam. Pria di hadapannya ini tak hanya wangi, tapi juga sangat tampan.            Panggilan alamnya kembali menyadarkannya jika ia harus segera menemukan toilet untuk buang air kecil. “Thanks,” ucapnya singkat sambil melangkah ke arah toilet pria.            “Hei, apa kau tidak salah masuk?” Pria itu membuat langkah Edly terhenti. Ia sadar jika ia akan nekat buang air kecil di toilet pria. Karena tak ada pilihan lain selain harus melewati pasangan wanita yang ada di dalam toilet perempuan.              “Aku tidak bisa menjelaskannya. Well, once again, im sorry and thank you!” Kali ini Edly benar-benar melesat ke dalam bilik toilet pria. Meninggalkan pria itu dengan kerutan di dahinya.            Usai menyelesaikan buang air kecil, Edly masih saja melamun sambil terduduk di wc. Kepalanya mengingat pria tampan yang baru saja ditemuinya. Tiba-tiba ia teringat jika pria itu adalah pria yang sama yang ia lihat dari lantai atas. Rupanya penglihatannya tidak salah. Pria itu sunguh tampan. Tapi ketampanannya tidak semudah itu berhasil membuat dadanya berdebar. Karena hanya satu pria yang begitu disukainya. Pria yang selalu membuat kepalanya dipenuhi oleh pikiran-pikiran liar tentang pria itu. Yang membuat Edly dengan mudah b*******h hanya dengan memikirkannya saja.            Kepala Edly mulai berdenyut. Entah ini karena efek memikirkan Deigo atau karena banyaknya alkohol yang diminumnya malam ini. Deigo benar-benar membuatnya gila. Ya, membuat Edly gila karena Edly begitu menginginkan pria itu.            Andai Edly tahu jika Deigo juga hadir sebagai tamu di pesta ulang tahun ini. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

MY LITTLE BRIDE (Rahasia Istri Pengganti)

read
19.3K
bc

Oh, My Boss

read
387.0K
bc

Beautiful Pain

read
13.7K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.2K
bc

Revenge

read
35.6K
bc

Penghangat Ranjang Tuan CEO

read
34.0K
bc

Hati Yang Tersakiti

read
6.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook