Bagian 56

1047 Kata

Begitu senja berganti, remang-remang mulai merayap pada sepasang mata yang baru saja terbuka. Rambutnya yang tersisir rapi sejak pagi tak berubah hingga sore hari. Pria itu mengusap wajahnya sambil mendongak menatap langit. “Ah, sudah sore, aku ketiduran.” Dia bergumam sambil melihat ke sekeliling. Menyadari langit berwarna jingga, namun ia tak segera beranjak dari tempatnya. Hati yang nelangsa diliputi putus asa, beginikah rasanya patah hati karena cinta? “Rendra.” Panggilan lembut terdengar di telinga pria itu disertai dengan tepukan halus pada pundaknya. Dia menoleh. “Opa,” jawabnya menimpali panggilan tersebut. Rendra menggeser duduknya, membiarkan pria lanjut usia tersebut duduk di sampingnya. “Aku mencarimu sejak tadi, ternyata … kamu di sini, toh?” Sang opa terkekeh dengan sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN