“Gue tau lu sedih, Ndra.” Riski berkata pada Rendra yang berjalan di depannya. Sementara itu, Rendra masih terdiam menatap jalan yang ada di depannya dengan dagu yang sedikit terangkat ke atas. Kedua telapak tangan ia masukkan ke dalam saku celananya, entah apa yang pria itu rasakan, namun dari wajahnya ia menunjukkan ketidak pedulian dengan apa yang baru saja ia dengar. Sampai mereka tiba di parkiran. “Gue akan bantu semampu gue, biar Mia ingat lagi kejadian yang terjadi di antara kalian sebelum do’i kecelakaan.” Tawaran Riski terdengar tulus namun itu terdengar berbeda di telinga Rendra. Pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik pada Riski. Dia masih saja belum mengeluarkan kedua telapak tangannya dari kedua saku celana. Bahkan wajah itu masih seperti semula dengan dagu yang sedi

