Wasiat Mama

2449 Kata

"Hiks, hiks, hiks, Note! Note ...!" sambil menangis, Ihsan terus memanggil Mila dengan suara yang amat pilu. Hatinya sedang menjerit meneriaki Mila. Dia ingin Mila. Note-nya. “Ma, bolehkah jika Fatah saja yang memilih untuk pengganti mama?” gumam Ihsan lirih. Berharap ibunya, Salma mendengar keinginannya. Ihsan langsung mengusap airmatanya, lalu buru-buru naik ke atas ranjangnya, dan berbaring dengan selimut menutupinya saat suara langkah kaki terdengar. Dia yakin itu ayahnya yang sebentar lagi akan menemuinya. 'Ceklek' Ihsan semakin merapatkan matanya, jantungnya berdegup kencang. "Gus." Tubuh Ihsan langsung menegang. Ayahnya benar-benar menemuinya. Dia tak menyahut, berharap ayahnya mengira bahwa dirinya sudah tertidur. Fakhri menghembuskan nafasnya. Bingung harus melakukan apa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN