Zahra sudah mulai merasakan pegal di pundak dan lehernya. Pasalnya selama perjalanan, dia hanya menoleh ke samping. Setidaknya jalanan yang masih ramai, adalah hal yang paling aman untuk dipandang, dari pada melihat pemandangan di depannya. "Sayang, kamu tadi mengatakan lapar. Kok malah repot-repot nganterin orang sih?" terdengar suara Jessica sedang protes pada Juanda. Oh, jadi mereka tadi akan makan malam? pikir Zahra. Juand mendelik ke arah Jessica, dia tak suka Jessica menyebutnya dengan panggilan sayang, memangnya dia sayang manuk apa? Sedangkan Jessica berusaha tidak terkontaminasi dengan delikan Juanda. Dia yakin, Zahra sudah mendengar gosip tentang hubungannya dengan pria di sampingnya ini, meski hanya sebuah gosip, bukan fakta. Tapi, dia bertekad, akan menjadikan gosip itu men

