*** "Melakukan apa?" tanya Deya dengan mata tertuju penuh pada pria yang menipiskan jarak diantara mereka. Pria itu menatap Deya cukup lama, jakunnya bergerak naik-turun. Entah apa yang ia pikirkan sekarang, hanya saja bola mata Dhante terus mengawasi wajah gadis kecilnya. "Melakukannya," jawabnya terdengar serak dan kesusahan. Deya terdiam, mencoba menggali apa maksud dari ucapannya Dhante pada bait 'melakukannya'. "Melakukan apa?" tanya Deya sekali lagi. Kini ia memasang wajah polos dan tanpa rasa bersalah, ditatapnya wajah Dhante yang perlahan merona merah. Pria itu mencoba mengutarakan niatnya yang menggebu, ia tidak ingin terlihat terburu-buru atau terlihat begitu menginginkan sebuah belaian. Hanya saja—uhh, sesuatu dibawah sana membuat fungsi otaknya nyaris tak berfungsi dengan n

