*** Hari demi hari berlalu, Deya mulai sibuk dengan ujian akhir sekolah. Sejenak ia melupakan hubungannya dengan Dhante, mengganti waktunya yang berharga dengan belajar dan belajar. Dhante mengerti posisi Deya, ia turut menyemangati gadis itu dengan memberikan beberapa guru les privat yang paling bagus. Tentu saja Dhante membiayai apapun kebutuhan gadis itu. Hari ini Deya bisa bernapas lega setelah melalui ujian akhir sekolah yang begitu padat dan selalu sibuk memikirkan soal-soal yang membuat siapa saja merasa pusing tujuh keliling. Ketika semangat Deya mulai kendor, Dhante-lah pria yang menyemangatinya. Memberikan banyak jajanan, camilan, hingga suplemen penambah nutrisi badan. Terkadang Deya merasa heran, kenapa Dhante bisa sebegitu perhatian padanya. Hanya tantenya saja yang bodoh hi

