**** Seperti yang dikehendaki Daniel, pria itu pergi ke tahanan kota dengan ditemani beberapa bodyguardnya. Rencana sang tuan menimbulkan banyak pertanyaan dalam diri sang bodyguard, kenapa Daniel masih bersikeras menemui wanita yang jelas-jelas menimbulkan masalah dalam hidupnya dan juga telah berani menikamnya lalu kabur. Namun banyak diantara mereka yang memilih untuk diam dan terus mengikuti bosnya berkunjung ke tahanan kota. Setelah melalui berbagai prosedur untuk menjenguk, akhirnya Daniel bisa menatap langsung wanita yang telah mencoba bermain-main dengan nyawanya. Tatapan Daniel terlihat tenang, justru sebaliknya ia bisa melihat bagaimana wajah Davia terlihat begitu ketakutan saat berjumpa dengannya. "Bagaimana kabarmu? Apakah makanan di sini layak untukmu?" tanya Daniel denga

