**** "Tidak! Aku tidak mau di sini! Keluarkan aku!" teriak Davia seraya menggoncang-goncang jeruji besi yang kini tengah membatasi dirinya dengan dunia luar. Wanita itu terlihat panik, sesekali ia menjerit guna mendapatkan perhatian sang polisi yang berjaga. Namun sebesar apapun usahanya, wanita itu hanya mendapatkan angin lalu. Davia menatap sekeliling, ia sengaja dimasukkan ke sel dimana tidak ada satu penghunipun di dalam sel tersebut. Bulu kuduknya meremang, justru karena kesepian itulah ia merasa ketakutan dan ingin segera bebas dari sana. "Pak Polisi, ini semua bukan salahku! Ini semua salah Deya, dia telah merebut segalanya dariku. Merebut Dhante, merebut ibuku, dan merebut semua yang menjadi milikku. Pak Polisi, keluarkan aku!" Davia kembali berteriak, menggoncang besi-besi keka

