Kehangatan yang menjalar di tubuh Deya membuat gadis berusia 17 tahun tersebut semakin terbuai dengan tidurnya yang nyaman. Sebuah selimut besar lagi hangat menyapu tubuhnya, memberi titik kehangatan yang sama sekali tidak bisa ditolak oleh siapapun. Pagi itu nyaris tidak ada suara apapun. Kedamaian yang tercipta membuat sang gadis betah berlama-lama di atas ranjang yang pastinya bukanlah ranjang miliknya. Mata Deya yang masih lengket tidak memungkiri jika saat ini ia tengah mengumpulkan memori tentang apa yang terjadi tadi malam saat ia tengah mabuk. Jantung Deya tercelus, jari-jari lentiknya tanpa sadar menyentuh sebuah benda yang begitu asing baginya. Gadis itu masih terpejam, mencoba meraba apa yang tengah ia sentuh kali ini. Sebuah kulit. Apa? Kulit? Gadis berambut pendek terperanj

