Pria dewasa selalu memiliki pemikirannya sendiri. Bagi Dhante, malam itu mungkin saja ia bisa melakukan hal lebih pada gadis yang tertidur tak berdaya di atas ranjang king size miliknya. Dhante cukup tahu jika ia menuruti hasrat liarnya maka malam itu akan berjalan sesuai dengan kendalinya. Dhante mengerjap, menatap seksama pada gadis yang tertidur pulas di atas ranjang. Haruskah ia melakukan hal itu disaat Deya sama sekali tak sadarkan diri? Bagaimana jika tatkala ia terbangun, ia akan berteriak histeris dan menangis meraung-raung seperti ambulan tengah malam? Memikirkan hal itu niat Dhante mendadak surut seperti anakan sungai. Pria itu, yang beberapa waktu lalu dengan pongah akan menuruti rengekan Deya untuk menghangatkan tubuhnya kini hanya bisa beranjak dari ranjang lalu menyambar sel

