*** "Tuan, saya melihat Davia lagi." Eros berkata amat serius pada Dhante lewat sambungan telepon malam itu. Dhante terdiam, perhatiannya kini tertuju pada setoples kue kacang pemberian Deya siang tadi. Pria itu mendengarkan percakapan Eros melalui sambungan bluetooth. "Aku tidak mau mendengarkannya lagi." "Hari ini sepertinya hari yang sibuk baginya Tuan. Saya melihatnya bepergian seorang diri entah kemana. Sayangnya saya tidak bisa membuntutinya pergi karena mobil saya tengah berada di bengkel. Saya melihatnya sekilas saat saya tengah menikmati bubur di sekitar apartemennya." Eros kembali menyambung ucapannya dengan suara serius lagi menggebu. Dhante menghela napas, ia meraih toples kue kacang lalu membukanya perlahan. Sudah lama semenjak Davia pergi, ia mulai jarang mengonsumsi kue

