19. Aku Tidak Apa-Apa

1530 Kata

**** Mendadak suasana menjadi tegang, seluruh isi ruangan menatap dua insan tersebut dengan tatapan penuh tanda tanya. Mungkinkah mereka saling kenal? Tak hanya nenek yang terbengong, Deya yang turut menyaksikan pertemuan mereka hanya bisa menatap sembari memendam rasa nyeri yang sama sekali tak bisa diartikan. "Davia, kamu—" "Apakah kalian saling kenal?" Nenek menyela, mencoba mengobati rasa penasaran yang kini tumbuh di dalam hatinya. Pertanyaan sang nenek cukup mewakili perasaan Deya saat ini. Bersyukur, nenek memiliki tanda tanya yang sama dengan Deya. "Kami—" "Tidak, kami tidak saling kenal." Monita menukas, menghela napas seraya mengambil buket bunga dan parsel buah yang jatuh ke lantai. Wajah Dhante terlihat kecewa, namun pria itu sama sekali tak memberi suara. Deya menatap D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN