Tekanan Bertubi-tubi

1122 Kata

Ruang redaksi di hari itu bising, telepon berdering, keyboard beradu cepat, suara editor saling sahut, semuanya bergerak seperti biasa. Tapi tidak untuk Faith, ia berdiri di depan meja kaca di ruang meeting kecil. Dan di hadapannya ada atasannya. Wajahnya tegang, tangan menyilang, dan di meja sudah ada sebuah tablet menampilkan foto yang sudah terlalu familiar. Alisha. Di depan rumah sakit. Dan seorang pria di sampingnya yang blur, tapi cukup untuk memancing spekulasi. “Kamu lihat ini kan?” tanya atasannya, nadanya datar. Faith mengangguk kecil. "Iya sudah, Pak.” “Kamu juga tahu kan kalau ini bisa jadi headline besar?” “Iya.” “Bagus.” Pak Marco menggeser tablet itu sedikit lebih dekat ke arah Faith. “Coba lihat lagi.” Faith menahan napas, tatapannya turun, lebih fokus kali ini,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN