Momen Manis

1100 Kata

Pagi ini datang terasa lebih cepat dari biasanya, mungkin karena hampir semalaman Faith tidak tidur karena banyaknya pekerjaan yang harus dia selesaikan. Cahaya matahari jatuh lembut di lantai kamar, memantul tipis di cermin tempat Faith berdiri, ia sedang merapikan kemejanya. dengan sedikit terburu-buru. Ia menghela napas panjang ketika tidak sengaja menjatuhkan berkas di tangannya saat tangannya meraih tas. "Aduh! Apalagi sih?" gumamnya yang kesal sendiri. Namun tiba-tiba sebuah tangan lain lebih dulu menangkap pergelangannya sebelum ia meraih berkas yang berserakan di lantai. Genggamannya terasa begitu hangat dan tenang. Faith berhenti dan perlahan menoleh. Rupanya Max sudah berdiri di belakangnya, dan lebih dekat dari yang ia sadari. “Kamu mau kabur?” bisiknya pelan. Nada suar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN