Andini duduk diranjang kamar Iqbal. Sesuai perjanjian, jika Andini hamil maka ia harus tinggal satu atap dengan Iqbal. “Nih” ucap Iqbal seraya memberikan s**u hamil pada Andini. Andini menerimanya Setelah kejadian Andini meminta pelukan Iqbal, Andini kembali tidak mengacuhkan Iqbal dan bersikap seperti semula. Iqbal tidak terlalu mempermasalahkannya, iqbal paham bahwa Andini masih shock Bu Rini masuk membawakan berbagai macam buah-buahan disusul oleh bu Ghina “Kamu mau apa?” Tanya bu Ghina mengeluarkan buah-buahan tersebut dari kantong plastik mini market “Enggak ma, Andini mau tidur. Mama sama bunda gak keberatan kan Kalau ninggalin Andini didalam kamar sendiri?” Tanya Andini dengan suara lemah. Bu Ghina menatap bu Rini lalu mengangguk enggan pada Andini Andini menatap Iqbal seakan

