"Ini apa? Kok ada di meja gue?" tanya Anay, menatap satu per satu penghuni ruangan penuh tanya. Ibas mendongak dari balik kubikelnya "Oh itu... tadi di anter Pak Maman, katanya itu titipan buat lo." jelas Ibas lalu kembali sibuk di balik kubikelnya. Pak Maman adalah kepala keamanaan pintu utama. Anay mengernyit bingung, meneliti kotak berukuran cukup besar yang di bungkus dengan rapi di atas meja kerjanya. Anay mengangkat kotak itu dengan kedua tangannya, sedikit menggoyang-goyangkan kotak itu lalu mendekatkan ke arah telinga. Jangan-jangan isinya anak ayam warna-warni yang sering di jual di pasar malam atau mungkin... Bom?! Anay bergindik ngeri. "Kalau isinya bom, udah jelas itu kotak nggak mungkin sampai ke lantai tujuh." ujar Satrya tiba-tiba, seakan menyadari ketakutan Anay saat in

