Setelah pertemuannya bersama Dewan direksi dan para pemegang saham berakhir, Dirga membawa Anay ke ruangannya. Meski harus dengan sedikit paksaan, pada akhirnya Anay menurut juga. Banyak hal yang ingin Dirga bicarakan dengan Putrinya. Ia sadar, waktu telah membawa begitu banyak perubahan. Enam tahun telah merubah putri kecilnya menjadi sosok wanita dewasa. Dan penyesalan itu akan selalu ada. Setelah mendaratkan punggungnya di sofa yang berada di dalam ruangan Dirga, Anay meneguk air kemasan yang tersedia di atas meja. "Tadi, Papi mau ngomong apa?" Dirga melepas jas yang di pakainya, melangkah ke arah gantungan yang berada di pojok kiri ruangan lalu menggantungkan jas itu sebelum kembali menghampiri Putrinya. "Kenapa uang yang Papi kirim nggak pernah kamu pakai?" tanyanya setelah melong

