Honda civic putih itu memasuki kawasan gedung Apartemen. Laju mobil berangsur pelan memasuki parkiran dan berhenti tidak jauh dari lift. Argan bergegas turun dan menutup pintu sedikit kencang hingga Anay terlonjak. Setelah aksi ciuman mereka tadi, Argan langsung menarik Anay meninggalkan kantor tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Sepanjang perjalanan, Anay hanya bungkam menahan semua pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya. Kemarahan Argan amat sangat terlihat dari genggamannya pada kemudi dan kencangnya dia melajukan mobil. Sedangkan Anay hanya bisa pasrah dan berharap mereka tidak harus berakhir di Rumah sakit karena emosi yang tak tertahankan itu mengakibatkan kecelakaan. Anay membuka pintu mobil dan menyusul Argan yang sudah berada di dalam lift dengan satu tangannya yang sengaja me

