Sudah waktunya makan siang. Fatin mengklik tombol save pada laptopnya dan meninggalkan laptop itu di atas meja kerjanya. Dia harus menelpon suaminya untuk mengingatkan makan siang. Moodnya masih bahagia terbawa suasana nostalgia di novelnya. Fatin mengambil ponselnya dan mulai menelpon suaminya. "Sayang kamu makan siang belum? mau aku masakan sesuatu? nanti aku antar ke kantor yah," ucap Fatin melalui Ponselnya. "Oh tidak usah sayang. Aku akan makan di cafe dekat kantor nih sama teman-teman." "Baiklah. Selamat makan siang suamiku." Seketika telpon itu mati. Riko memang cuek sejak dulu. Tapi sikap dinginnya seperti ada yang beda. Fatin merasa seperti bukan Riko yang dia kenal waktu jaman sekolah dulu. "Riko kenapa yah kok berubah?" tanya Fatin dalam hati. Membuat mood nulisnya hanc

