Riko melamun sejenak mencari gagasan apa yang tepat untuk mengelabuhi Putri. Berhasil. Dia mendapatkan ide bagus. Namun tampak raut wajah Putri yang sangat murung membuat Riko semakin gelisah hatinya. Dia yakin sekali kalau Fatin pasti ada di rumah ayahnya. Jadi dia berniat untuk menjemputnya sepulang kerja nanti. "Pah ... kok diem sih. Mamah kemana?" tanya Putri sekali lagi. "Mamah lagi pulang dulu ke rumah orangtuanya. Tadi pagi-pagi sekali mamah Fatin dapat telpon katanya ayahnya sakit, jadi mamah pamit mau merawat ayahnya dulu. Nanti abis pulang dari kantor papah akan jemput mamah Fatin. Kamu jangan sedih yah sayang!" ucap Riko menennagkan anaknya. "Ia pah ... janji yah cepetan jemput mamah Fatin. Putri ngga bisa jauh-jauh dari mamah," ucap Fatin sambil merengek. "Ia ia papah janji

