72. Ionna's Letters

1882 Kata

Hati Lucian hancur lebur tak bersisa. Melihat begitu banyak luka di lengan kiri dan wajah pucat gadis yang dicintainya membuat jantung Lucian berdenyut nyeri. Lucian tidak yakin apakah ia bisa mengontrol ekspresinya di depan orang-orang di kamar ini. Ionna terbaring lemah di atas ranjang, tak sadarkan diri, namun pasti merasakan sakit. Lucian tak sanggup membayangkan sudah berapa lama luka-luka itu bersarang saat Thomas Vivelac membersihkan darah dan membebat bekas cakaran yang cukup dalam. Luka-luka itu terlihat mengerikan, seakan sengaja Ionna ciptakan untuk mencabik-cabik hati Lucian sebagai hukuman. Sebelumnya Lucian telah menyuruh seorang kesatria Laundrell untuk meneruskan pesan kepada Raphael Trops dan memanggil Dokter Vivelac ke Townhouse Laundrell. Situasinya begitu mendesak.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN