18. Pity

1094 Kata

Langit jingga mulai merayap pelan. Burung-burung kecil terbang bebas melayang di angkasa. Awan-awan putih menyelimuti langit dengan serat-serat yang membentuk aneka ragam. Senyum Akira terbit kala dirinya menebak salah satu awan yang berbentuk kepala beruang putih. Mata kecil itu nampak menyipit kala melihat sinar yang maenyilaukan mata.   Tangan kanannya menggenggam tote bag yang berisikan tegi dan sebotol air minum. Kali ini ia berangkat lebih awal dari biasanya. Karena sudah beberapa hari ini Akira membolos latihan hanya untuk bersenang-senang.   Dengan berjalan kaki, Akira mulai menyusuri trotoar jalan raya yang mulai dipadati beberapa kendaraan. Banyak aktivitas yang dilakukan dari mereka. Ada yang asik menjajakan makanan, mengamen ketika lampu merah tiba, sampai ada yang menyebar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN