Setelah melihat adegan yang cukup memuakkan tadi, Dzaky pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Saat ini tak ada yang bisa ia lakukan, padahal biasanya tidak seperti ini. Namun, melihat adegan kejam tadi justru membuat dirinya sedikit tidak terima, apalagi melihat Khansa yang begitu semena-mena. Tanpa sadar Dzaky berpapasan dengan Alvaro yang kebetulan baru pulang dari sekolah. Lelaki muda nan tampan itu menatap Dzaky dengan alis berkerut bingung. Tidak biasanya Dzaky pulang dengan tampang kusut. “Kenapa lo, Bang? Abis ditolak cewek?” canda Alvaro merangkul pundak Dzaky riang. “Bukan urusan lo,” tolak Dzaky sambil menyingkirkan lengan Alvaro. “Baperan,” pungkas Alvaro acuh tak acuh, lalu memutar knop pintu. Rumah bercat putih itu tampak menyeramkan dengan lampu padam. Selain penerangan

