Tri berjalan menuju dapur dengan langkah perlahan. Ia sudah memakai setelan kerja warna putihnya. "Assalamualikum." Begitu tiba ia mengucapkan salam. Tampak semua rekan kerjanya tengah sibuk. "Waalaikumsalam." Salah seorang dari mereka memberikan jawabannya seraya melirik sekilas ke arah Tri yang baru datang. Sebetulnya Tri sudah terlambat. Ini semua gara-gara Lucky. Beruntung ia baru pulang mudik sehingga bisa dijadikan sebagai alasan agar Pak kepala produksi memaklumi dirinya. "Selamat datang kembali Tri. Apa kabar kamu dan keluarga?" Nur menyambut kedatangan Tri di dapur produksi. Para karyawan sudah mulai sibuk menyiapkan semuanya untuk proses produksi hari ini. "Alhamdulillah Mbak Nur, saya sekeluarga sehat walafiat." Gadis yang kini telah berganti kostum itu tersenyum hangat. K

