Lucky baru saja tiba di rumahnya. Hari ini benar-benar sangat melelahkan. Meninggalnya Engkong Udin menyisakan kesedihan yang mendalam untuknya juga. Ia memang tak terikat hubungan kerabat atau pun keluarga dengannya namun ia kenal dekat dengannya sudah empat tahun lebih. Selama itu juga ia dan pria tua itu menjalin hubungan yang sangat baik layaknya seorang kakek dan cucu. Apabila musim durian tiba, ia selalu memasok buah berduri tersebut darinya. Ia pedagang yang jujur dan disukai para pelanggannya karena kualitas barang dagangannya yang terjamin. Lucky pun puas dengan jalinan bisnis mereka. Lucky benar-benar kehilangan sosok pria bijaksana itu. Setiap kali bertemu selalu ada ilmu yang didapat karena Engkong Udin senang berbagi pengalaman masa muda dan membagi petuah. Selalu ada sesuatu

