Rosalin berlari masuk dan segera meraih lengan Nikolas yang hampir jatuh. Pria itu tampaknya benar-benar sakit dan butuh ditangani segera. "Nik, ayo gue bantu ke kamar," kata Rosalin seraya memapah Nikolas menuju kamar. Merebahkan pria itu di ranjang dan menatapnya sedih. "Ini semua gara-gara gue, maafin gue ya, Nik," batin Rosalin. Gadis itu merasa dia yang bersalah akan semua ini, sesal pun mendera perasannya tatkala melihat Nikolas yang terbaring tak berdaya. *** "Terima kasih, Dok," ucap Rosalin pada dokter yang baru saja memeriksa keadaan Nikolas. "Sama-sama, jangan lupa obatnya diminum dan jangan dulu makan makanan yang bertekstur kasar, beri saja bubur yang lembut," kata Dokter. Rosalin mengangguk paham. "Baik, Dok." "Baiklah saya permisi dulu," pamit Dokter seraya tersenyum r

