Setelah kepulangan Agustin sore harinya, rumah Tia kembali sepi karena biang rusuh udah kembali ke peradabannya. Mama Tia dan Tia kembali masuk ke dalam rumah sambil saling berpelukan erat dan Tia terlihat kesah karena merasa rumah kembali sunyi.
“Yaah sepi lagi deh mom, Agustin udah pulang” wajah Tia tampak turun sendu .
“Eh bentar Tia sini deh kita duduk dulu yuk di ruang TV situ ada yang mau mommy omongin sama Tia.” Anna menarik lembut tangan Tia menuju ruang keluarga.
“Ada apa sih mom keliatan penting banget deh sampe tarik tarik gini, jadi bikin penasaran tau?” tanya tia penuh dengan mimik tanya.
Mulailah Anna menyampaikan maksudnya yang membuat Tia menjadi penasaraan sebelumnya dan Anna mulai dari awal bercerita tentang keinginannya dan papanya untuk memberikan Tia seorang adik. Mendengar kabar tersebut tentu Tia sangat gembira sampai sampai ekspresi yang ditunjukkan sangat berlebihan karena selain melompat dari tempat duduknya dan jingkrak-jingkrak nggak karuan dan juga mencium mommynya bertubi-tubi hingga wajah Anna basah karena ciuman Tia. Tentunya membuat Anna mamanya, terkejut dengan tingkah anak gadisnya yang tak seperti biasanya yaitu lembut dan kadang minim ekspresi.
"Boleh nggak Mom request little brother,hehehe?" pinta Tia dengan tangan tertelangkup di wajah gembiranya.
Anna pun kembali memeluk penuh kasih putri kesayangannya belaian sayang pun turun dari atas kepala turun menyusuri panjangnya rambut Tia.
"Tia doa dong minta sama Tuhan adik cowok, tapi kalo memang Tuhan kasihnya adik cewek it's oke kan yang penting Tia punya adik." jelas mama Tia penuh kelembutan.
"Iya mom, pasti dong baik nanti Tuhan berinya little brother or sister tentu aku akan selalu sayang."
thank you mom udah mau kasih adik buat aku biar nggak sepi lagi, cup...cup.."kembali Tia menunjukkan rasa senang yang tak terkira mendengar berita ini. Padahal baru berencana belum juga mamanya hamil apalagi kalo udah hamil beneran pasti senangnya lebih lebih kali ya. Hopefuly doa keluarga Tia Tuhan kabulkan.
Malam menjelang Aditya baru pulang karena ada beberapa pekerjaan yang harus di diselesaikan hari ini juga, karena biasanya Aditya pulang dari kantor tidak sampai malam.
“Tumben mas pulangnya malem ada lembur ya?” tanya Anna kepada suaminya sambil menerima tas kantornya.
“Iya sayang, ada yang harus selesai hari ini juga biar besok bisa kerjain yang baru lagi." ucapnya sambil menangkup wajah dan mencium kening istrinya lembut.
“Mandi dulu gih, barusan aku udah siapin air hangat untuk mandi karena tau Mas pulangnya malem, aku tunggu di meja makan ya sayang.” kata Anna lembut dan berlalu dari kamar menuju ruang makan. Setelah selesai mandi Aditya segera menuju ruang makan untuk menemui istrinya dan menikmati makan malam yang telah disiapkan karena Aditya memang belum makan malam. Tampak sajian lezat menggoda untuk segera disantap karena lapar yang tak tertahan.
“ Tia mana mah, sudah tidur ya, kok nggak nampak, biasanya masih gelendotan sama mamah sambil nunggu papah pulang?” Aditya tampak mengedarkan pandangannya mencari putri kesayangannya.
“Iya pah udah tidur tadi Agustin ke sini mampir dan becanda sampai sore mungkin lelah pulang sekolah dan becanda sama Agustin, jadi tepar deh dia udah bobok cantik di kamar. Barusan aja kok masuk kamar lalu papah datang.” jelas Anna sambil mengambilkan nasi dan lauk ke dalam piring suaminya.
“Ooh pantesan biasa juga ngobrol dulu tuh anak, kalo nggak nonton drakor sampai ngamuk kalo papah pindahin chanelnya.”
“Iya dong kita kan kompak kalo sedang nonton drakor nggak bisa diganggu gugat, lagian papah kan bisa nonton di kamar kan kalo mau nonton yang lain.” Anna yang penggemar drakor langsung belain putrinya nggak mau kalah.
“Kan pengen nonton barengan juga biar sambil ngobrol santai gitu mah, ih mamah nggak peka deh, mosok papah nonton dhewe’an tho mah mah, engko nek di gondhol wewe kapok kowe.”(masak papah nonton sendirian mah, nanti kalo dibawa kuntilanak rasain kamu) dengan bahasa jawanya yang medok Aditya menjawab sanggahan Anna.
“Heemm mulai deh roamingnya keluar.” jawab Anna yang memang tidak terlalu paham bahasa jawa, karena Anna sendiri asli orang Jakarta dan Aditya asli Solo yang masih suka nyeletuk dengan bahasa daerahnya. Mereka bertemu saat kuliah dan menikah setelah lulus. Setelah selesai menyantap makan malam mereka, Anna kembali menceritakan apa yang sudah menjadi rencana mereka berdua kepada putrinya dan mengetahui jika putrinya tidak keberatan Aditya pun merasa lega karena memang sempat terbesit dalam benaknya apakah putrinya akan setuju atau menolak. Tapi jika Tia sering merengek minta adik pada Aditya, dia sudah yakin bila kabar tersebut tentunya akan disetujui oleh putrinya.
"Ahh syukur deh kalo Tia senang, dia pasti udah nggak sabar mau dapet adik, karena udah sering kan mah dia merengek minta adik, yaah tinggal kita rajin buat dan berdoa ya mah biar segera terwujud.” ucap Aditya penuh harap seraya memeluk istrinya dalam dekapan. Dengan membalas pelukan suaminya Anna pun tak kalah penuh harap agar keinginannya kali ini segera terwujud tanpa menunggu lama seperti saat menunggu hadirnya Tia dalam keluarga mereka.
“Iyaa ya Mas semoga Tuhan tak lama lama menjawab doa kita, aminn ucap mereka berdua bersamaan.
“Yuuk sayang kita mulai aja prosesnya biar Tia cepet cepet punya adik.” Ajak Aditya sambil menaikturunkan alisnya menggoda istri tersayang.
“ihh Masss nihh pasti maunya kamu nggak sabaran deh, ya udah ayoo malah masih duduk di sini, genndongg mas.” pinta Anna manja dengan logat dibuat buat medok seperti orang jawa. Aditya pun segera menggendong istrinya dan membawanya ke kamar, dan setelahnya hanya mereka berdua yang tau, anak kecil nggak boleh kepoo yaa hehehe.
*******
Beberapa hari berlalu dengan segala aktifitas Tia beserta keluarganya yang tentu saja sangat padat dan kadang membuat mereka lelah. Tia yang sudah mulai dengan jadwal pelajaran yang full begitu juga papah Aditya dengan sederet pekerjaan kantor yang membuatnya sibuk tiap harinya, hanya Anna yang sesekali menerima tawaran job seminar tentang psikologi anak dan perkembangannya. Jadi untuk Anna masih selalu ada waktu senggang untuk mengurus keluarga dan tentu saja persiapan kehamilan keduanya. Karena jika terlalu banyak kegiatan Anna takut kesempatan memberi adik untuk Tia tidak berhasil, jadi Anna pun menjaga betul kesehatan badannya agar tidak mudah lelah. selain rutin makan makanan yang bergizi untuk menambah kesuburan tak lupa Anna juga sering berkonsultasi ke dokter agar medapat informasi yang tepat seputar kehamilan keduanya. Walaupun Anna sudah pernah hamil anak pertama yaitu Tia, dia tetap harus mendapatkan informasi yang pas karena mengingat jarak kehamilan anak pertama dan kedua sangatlah jauh.
Dua minggu telah berlalu semenjak rencana pesta ulang tahun pacarnya Agustin yang turut mengundang Tia agar ikut serta dalam acara tersebut. Setelah kedua orangtua Tia memberikan ijin dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi Tia yaitu tidak boleh pulang terlalu larut malam, tidak pantas anak gadis pergi pesta dan pulang malam kata papanya Tia. Hari Sabtu yang telah ditunggu pun tiba, terlihat Tia sedang berhias diri agar terlihat pantas datang ke pesta Noel cowoknya Agustin. dengan mini dress warna merah marron dengan lengan pendek model terompet dipadukan dengan heels yang tidak terlalu tinggi tentu saja Tia memilihnya agar nyaman dipakai. Ia tambahkan sapuan make up natural dan lipstick warna nude menambah cantik wajah Tia sesuai dengan usia remajanya.
Setelah selesai berdandan Tia segera turun dan menunggu sahabatnya Agustin yang memberi kabar bahwa sebentar lagi akan segera tiba. Teng…tong suara bel pintu pagar rumah Tia bunyi dan Tia keluar dari dalam rumah untuk memastikan siapa yang datang. Benar saja Agustin datang bersama kakaknya Januar untuk menjemput Tia pergi ke pestanya Noel.
“Mah, pah Agustin sama kak januar udah dateng, Tia berangkat dulu ya.”
Aditya dan anna berbarengan menengok kearah Tia untuk memastikan siapa yang menjemput putrinya. Dan tampaklah Januar kakak Agustin dan segera memberi salam dengan mencium tangan Aditya dan Anna sebagai bentuk rasa hormat terhadap orang tua.
“Om, tante apa kabar?” sambil menyalami mereka berdua
“Baik Janu, mama papah sehat sehat kan? tanya Aditya ke Januar
“Sehat om malah baru pulang dari Papua, buka bisnis baru om di sana bisnis air minum kemasan gitu om,kita berdua jadi sering ditinggal bolak balik ke Papua.”
“Waah hebat ya papah Jan, salam ya buat mereka, kapan kapan kalo masih di Jakarta om tante berkunjung deh ke rumah.”
“Iya om, tante ditunggu mereka juga kadang-kadang nanyain kalo Agustin habis ceritain Tia.”
“Oh..ya? kamu jagain yang bener ya Agustin kalo kamu memang baru sibuk kuliah biarin Agustin maen ke sini biar nggak kesepian dia.”
“Ah dia mah pacaran mulu om, dibilangin kadang malah jadi ribut, makanya saya sering suruh buat mampir ke rumah Tia kalo pulang sekolahnya cepet jadi di rumah nggak gabut.
“Ahahaha, iyalah namanya baru seneng cinta cintaan asal kamu pesenin agar hati-hati jangan kelewat batas”
“Iya om pasti, karena mamah sama papah juga sudah wanti wanti ke saya om buat jagain bener Agustinnya.
“Tuh Agustin dengerin jangan pacaran mulu lo, bunting yahok lo.” Tia seolah mengejek Agustin karena baru saja diberi nasehat panjang dari papah Tia.
“ Iya om,tante Agustin tau batas kok, nggak mau bunting duluan, hehehe” ucapnya sambil cengengesan
“ Iya tante percaya sama kamu sayang karena kamu sudah diberi kepercayaan orang tua maka pegang itu baik baik ya, kalo ada apa apa jangan takut bicara atau harus selalu komunikasi baik itu dengan Janu atau ,mamah papah ya nak."
“Siaaap tante,laksanakan” ucap Agustin sambil hormat seperti tentara yang sedang berbaris. Anna dan Aditya yang melihatnya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
“udah sana berangkat nanti kemaleman jadinya.” Anna segera memerintahkan mereka bertiga untuk segera berangkat.
“Kami pamit dulu om tante.” ucap Januar memohon ijin
“Iya, hati-hati jangan pulang larut ya Janu, tante titip Tia ya
“Baik tante om, mari.”
Mereka bertiga berangkat menuju tempat pesta ulang tahun Noel yang diadakan di sebuah cafe ternama yang sering dikunjungi anak anak muda yaitu triumph cafe di kawasan kemang, dan bisa ditebak selain ramai dan penuh tentu disini tempatnya para anak muda biasa hangout. Sesampainya di sana Agustin pun disambut mesra oleh Noel dengan mengecup kening Agustin, aku yang liat pun hanya bisa mupeng sambil sengaja menyikut Agustin mengingatkan agar tidak mesra-mesraan di depanku. Setelah diajak duduk di tempat yang telah disediakan khusus buat kita berdua aja dan kak Januar udah bergabung dengan teman temannya yang notabene se genk dengan Noel yang empunya pesta. Ya benar juga sih kalo Noel nggak ikut undang aku, udah aku pastiin nih Agustin akan mati kutu bosen karena nggak ada yang kenal selain Noel dan kakaknya Janu, untungnya Noel undang aku juga jadinya Agustin ada temen ngobrol. dan di sinilah kami berdua menikmati pesta sambil bisik-bisik mencari dan menilai cowok mana yang cocok buat aku jadiin gebetan.