Hamil

2598 Kata

Maudy samar-samar ingat tubuhnya diangkat Erlangga dari mobil ke kamar. Tiba-tiba ia merasa bersalah, pasti Erlangga kesusahan saat naik tangga sambil menggendongnya. Ia perlahan membuka matanya, dan menemukan Erlangga masih terlelap dengan mulut menganga. "Kasihan Mas Angga. Pasti kecapean," batin Maudy sambil menatap Erlangga iba. Ia berencana ingin membiarkan Erlangga tidur sampai siang, tapi kemudian ia ingat kalau hari ini Erlangga harus ke kantor. Diliriknya jam dinding di kamar mereka, sudah pukul tujuh pagi. Maudy membelalakkan matanya, lalu segera mengguncang-guncang tubuh Erlangga. "Mas... Bangun Mas... Udah jam tujuh!" Erlangga mengerang, rasanya tak sudi untuk membuka matanya. Tapi Maudy terus-terusan mengguncang tubuhnya, membuatnya seperti sedang main wahana. Pria itu pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN