Mobil sedan milik Pak Damar akhirnya sampai di depan rumah Erlangga. Saat Erlangga sudah turun, Pak Damar menatap tajam Erlangga lalu berkata: "Papa tunggu kamu di kantor pagi ini! Jangan terlambat!" "Iya Pa," ucap Erlangga pasrah. Mobil Pak Damar pun lalu melaju dan meninggalkan asap tak kasat mata. Erlangga membalikkan badannya dan berjalan dengan gontai. Ia meraih kunci rumah cadangan yang dibawanya di dalam tas kerjanya, lalu membuka kunci pagar. Setelah itu dilanjutkan dengan membuka kunci pintu depan. Ruang tamunya masih terang, lampunya masih hidup. Di atas sofa, tampak Maudy yang terlelap di samping HP-nya. Erlangga menebak Maudy pasti menunggu-nunggu kabar darinya. Erlangga jadi merasa tak enak hati dengan Maudy. Bisa-bisanya ia melupakan istrinya, padahal istrinya tidak melu

