Sedang sibuk dengan sebuah laptop di depan wajahnya, lengkap dengan beberapa kertas ulangan yang akan dia masukkan nilainya, juga merekap semua nama-nama para mahasiswanya. Tak ketinggalan dengan kacamata anti radiasi, yang bertengger manis di hidungnya. Ting! Satu notifikasi masuk ke dalam ponselnya. Dibaikan, dia saja tidak tau lagi nyamuk menghisap darahnya. Masih sibuk dengan ketikan di laptopnya, pun dengan satu earphone yang tersumbat di telinganya. Ting! Lagi, notifikasi itu kembali terdengar yang lagi-lagi tak dihiraukan oleh gadis itu. Entah apa yang membuatnya begitu fokus pada si benda segi epat dengan huruf timbul itu. Tringg! Meluas dari yang sebelumnya, kini tak lagi hanya menerima pesan, tapi sebuah panggilan masuk pada ponsel pintar milik Areta. Membuat kali ini gadis

