Kesal dengan Diko yang sedari tadi tidak selesai-selesai, sedangkan aku sangat butuh keluar dari kamar ini. Mood ku hancur karena nama Zeline disebut olehnya. Ini adalah kesempatan bagus untukku. Diko sedang ke kamar mandi, dan ia lupa menyembunyikan kunci kamar ini. Ide jahatku muncul tiba-tiba, mengambil kunci itu tanpa izin dan keluar dari kamar. Aku sangat senang, akhirnya bisa terbebas dari kamar. Aku langsung turun ke bawah, berbaur dengan keributan persiapan pernikahan. Di pertengahan turun dari tangga, aku melihat Bimo. Aku langsung memanggilnya, melambaikan tangan padanya, pun demikian juga dengannya yang melambaikan tangannya untukku. "Dimana Diko?" Tanya mama saat aku melewatinya. "Masih di kamar," jawabku singkat dan mrnghampiri Bimo yang sedang mengobrol dengan Siti. "Se

