Diko Menjauhi Zeline

1274 Kata

Senang sekali malam ini. Diko melamarku tepat di depan kedua orang tuaku. Aku tidak punya alasan untuk menolaknya karena memang ini lah yang aku inginkan. Terlebih lagi, sahabat terbaikku saat SMA juga di undang oleh Diko. Ajeng, dia datang dengan suaminya. Mereka terlihat serasi, padahal dulu mereka hampir saja cerai karena konflik rumah tangga yang mereka alami. Tapi sekarang sepertinya tidak lagi. Aku berharap, nantinya rumah tanggaku seperti mereka, selalu harmonis. Ah, malu sekali. Bimo selalu meledekku. Aku hanya bisa tersenyum malu, melihat cincin yang tadi Diko sematkan di jariku. Ia sekarang mengobrol dengan mama dan papa, sedangkan aku izin untuk tidak mendengarkan percakapan serius mereka. Ajeng menghampiriku, dan menyuruh suaminya untuk bergabung dengan yang lainnya, mengaj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN