Seminggu sudah aku dan Diko di rumah ini. Tidak begitu banyak yang berubah, tapi aku bersyukur bisa lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada yang namanya Flora lagi, tidak ada yang namanya Zeline lagi. Bahkan sekarang, aku lebih sering memegang ponsel pria itu daripada ponselku sendiri. Aku tidak bermaksud menjadi istri yang posesif, yang terlalu cemburu pada suaminya atau bahkan menjadi tipe istri yang mengatur suaminya. Sama sekali tidak. Setiap hubungan pasti akan ada yang ingin dituju. Aku dan Diko menginginkan kebahagiaan. Tentu saja dorongan dari para orangtua yang menginginkan anak membuatku tidak mau mengalah lagi. Cukup sudah, mungkin aku yang dulunya terlalu labil dan tidak berpegang teguh pada prinsipku. Kini, aku akan berusaha berubah. Tidak hanya untuk diriku sendiri, tapi juga

