Bab 4

1000 Kata
Malam itu, adalah malam pengantin mereka. Arabella sudah memesan kamar hotel untuk nya dan Raka. Raka seperti nya sudah tidak sabar lagi. Ia langsung bergegas membu-ka seluruh pakaiannya. "Bella istri ku, ayo lah. Aku sudah tidak sabar untuk malam pengantin kita. Sudah bertahun-tahun lama nya aku menunggu malam ini. Aku merindukan mu, Bella." Ucap Raka dalam keadaan tak berbu-sana. "Tunggu sebentar, aku akan berganti pakaian dulu. Oh ya, aku sudah memesan teh penambah stamina. Supaya malam ini, kita bisa bertarung sampai pagi." "Wah, kamu memang sangat pengertian." Raka langsung meminum teh itu sampai habis. Tak sabar rasa nya ia ingin mengambil kesu-cian sang istri. Walaupun ia menyukai Mita, tapi Arabella tak mungkin ia abaikan. Nama nya saja sudah jadi suami istri. Ya harus di manfaatkan. Setelah meminum teh itu, pandangan Raka langsung berubah. Di mata nya, ia melihat Arabella dan langsung bermain dengan nya Padahal, yang sebenarnya bermain dengan Raka adalah sebuah guling khusus yang di bawa oleh Arabella ke sana. Dengan ramuan khusus buatan nya, Arabella telah membuat Raka berhalusinasi. Arabella hanya tertawa geli saat melihat adegan itu. Tidak lama kemudian, ponsel Raka berbunyi. Nama Mita tertera di sana. Bukan Arabella nama nya jika ia tak bisa membuka kunci pola yang ada di ponsel Raka. "Raka, kamu tidak mungkin akan menghabiskan malam pertama dengan gadis itu, kan. Rakaaa." "Aaaah,,, Bella istri ku. Kau sangat cantik dan wangiii. Bellaaaa.. Terus dong sayang. Sedikit lagi." "Rakaaa, apa yang kamu lakukan! Apa kamu menyentuh nya? Bukan kah kamu sudah berjanji pada ku. Rakaaaa." Tut Tut Tut Arabella pun mengakhiri panggilan itu. Ia tertawa geli. Ingin sekali rasa nya meliat ekspresi wajah Mita secara langsung. Pasti saat ini gadis itu akan marah-marah. Sementara Raka sibuk dengan guling, Arabella pun kembali menghubungi teman-temannya untuk mengurus semua aset yang telah ia berikan pada Raka. Ia tidak rela jika aset-aset itu jatuh ke tangan orang yang salah. Arabella memang terlalu bo-doh. Karena cinta nya pada Raka, ia memberikan banyak sekali hal berharga yang ia miliki. Ia benar-benar menjadi seorang gadis yang sangat mencintai Raka. Cinta nya pada Raka benar-benar tak ada dua nya. Seandainya saja ia tidak tahu jika Raka hanya bersandiwara, mungkin ia akan menyerahkan nyawa nya pula pada pria itu. Namun walaupun begitu. Masih ada sedikit rasa di dalam hati nya. Dan Arabella, sengaja menjadi istri nya Raka untuk menghilangkan sedikit rasa yang masih tersisa. Semoga saja, setelah beberapa lama mereka bersama nanti, Arabella akan berhenti mencintai pria yang tak pantas itu. ******** Keesokan hari nya. Mereka pulang ke rumah Arabella. Raka masih saja tersenyum sendiri saat mengingat kejadian malam tadi. Ia benar-benar tidak bisa melupakan semua itu. Apalagi di leher Arabella saat ini banyak sekali tanda merah. Raka merasa menjadi laki-laki yang paling beruntung. "Ayo kita pulang." Ucap Arabella. Raka menggenggam tangan sang istri untuk pulang ke rumah keluarga nya. Sesampainya mereka di sana, Mita dan juga Mahdalena begitu terkejut. "Arabella? Raka? Apa yang kalian lakukan di sini?" "Bu, ini rumah ku. Kenapa aku tidak boleh berada di sini ? Dan, Raka adalah suami ku. Jadi, kemana pun aku pergi, Raka pun harus ikut." "Tapi,,, kalian kan harus nya tinggal terpisah." "Bu, apa Ibu sudah tidak menyayangi ku lagi? Aku sedih." Arabella pun pura-pura menangis sambil menarik sedikit kerah baju nya. Mata Mita langsung melotot saat melihat banyak sekali tanda merah di leher Arabella. Bahkan karena tidak bisa mengendalikan rasa cemburu nya, Mita sampai menarik kemeja Arabella hingga kancing nya putus. "Dasar m***m! Lihat lah tanda merah ini." Ucap Mita sambil menatap nyalang ke arah Raka. "Mita, kenapa kamu marah? Bukan kah wajar bagi pasangan pengantin baru seperti ini? Kenapaa kamu menya-kiti ku." "Mita, kendalikan diri mu. Arabella, maafkan adik mu, ya. Mungkin, ia merasa malu melihat kalian." Ucap Ibu nya Mita yang mencoba mengalihkan perhatian. "Sudah lah tak apa. Ayo sayang, kita masuk." Raka dan Arabella masuk ke kamar mereka. Arabella rasa nya ingin tertawa saat melihat wajah Mita yang cemburu. Baru seperti ini saja, Mita sudah tidak bisa menahan emosi nya. Bagaimana nanti, jika akan ada wanita lain lagi di kehidupan nya Raka.. Semua itu, sudah ada di dalam kepala nya Arabella. Untuk membuat drama nya terasa nyata, maka Arabella harus melakukan banyak hal. "Bella sayang, aku lagi kepingin." Ucap Raka sambil memeluk Arabella dari belakang. Gadis itu rasa nya begitu mual. Namun, ia terpaksa berwajah manis. Apalagi pintu kamar nya masih terbuka. Ia lihat, bayangan Mita ada di sana. Arabella pun mulai membuat gadis itu semakin memanaas. "Sayang, aku capek. Semalam kamu membuat ku kelelahan sampai pagi. Kita masih pengantin baru. Masih ada lain waktu, kok." "Tapi,," "Sayang, aku mau merapikan pakaian mu dulu. Kamu boleh melihat-lihat rumah ini. Anggap saja rumah ini, adalah rumah mu juga. Bagaimana?" "Baiklah." Raka pun keluar untuk berjalan-jalan. Namun, baru saja ia keluar dari kamar istri nya, tangan Raka langsung di tarik oleh Mita. "Mita? Ada apa? Kenapa kamu menarik ku ke sini?" "Raka, kamu pengkhianat! Kamu bilang, kamu tidak akan menyentuh nya. Tapi apa? Kamu malah sampai pagi melakukan hubungan itu dengan nya. Kamu ja-hat!" "Eits, Mita. Jangan marah dulu. Aku terpaksa melakukan hal itu dengan nya. Semalam, ia memberiku obat. Aku tak berdaya." "Benar kah seperti itu? Dasar Arabella licik! Berani sekali ia memberi mu obat." "Sudah lah jangan marah. Ia sedang sibuk. Bagaimana kalau kita juga menyibukkan diri di kamar ini?" Ucap Raka. Mita pun tak bisa menolak. Karena sejak kemarin ia sudah sangat merindukan Raka. Mereka pun melepas rindu di dalam kamar itu. Tanpa mereka tahu, kamar itu sebenarnya sudah di pasang kamera tersembunyi oleh Arabella. Arabella mendapatkan seluruh kamera itu dari teman-teman nya. Dan saat ini, benda itu pun sangat berguna untuk mengumpulkan bukti-bukti tentang perselingkuhan mereka. Kini, Arabella pun sedang melihat adegan itu sambil tersenyum puas. Akan ia kumpulkan bukti-bukti untuk menjebloskan mereka berdua ke dalam penjara karena perselingkuhan. Jika perselingkuhan terjadi sebelum pernikahan, hal itu terlalu mudah bagi Raka dan juga Mita. Tapi, jika itu terjadi setelah pernikahan, Arabella bisa menuntut keduanya. "Tunggu lah, jika saat itu tiba kalian akan aku satukan." Ucap Arabella sambil tertawa geli.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN