Bab 3

1007 Kata
Setelah bersabar selama beberapa tahun, akhirnya Arabella bisa kembali lagi ke kamar nya yang dulu. Bukan nya langsung tidur, ia malah keluar dari kamar nya setelah mematikan lampu. Ia penasaran apa yang saat itu dilakukan oleh Mita di dalam kamar nya. Ternyata, tidak salah jika ia keluar dan menguping pembicaraan Mita dan juga Ibu nya. "Bu, aku tidak bisa tidur dalam keadaan panas begini." "Bersabar lah selama beberapa hari. Setelah ini, ia akan pergi dari rumah ini. Kita serahkan urusan ini pada Raka. Biarkan dia di sik-sa oleh keluarga nya." "Ibu benar juga. Aku sudah tak sabar rasa nya. Setelah ini, baru ia tak bisa lagi untuk menjadi sombong. Raka memang sangat pintar. Sejak dulu, ia sudah sangat pintar memainkan drama kesedihan nya di depan Arabella." Deg Lagi-lagi Arabella mendengar kan apa yang membuat nya sakit hati. Ternyata ibu dan anak itu sudah menjebak nya dengan Raka sejak dahulu. Karena hal itu lah, Arabella menganggap Raka adalah pangeran berkuda putih milik nya di masa lalu. Arabella kembali masuk ke dalam kamar nya. Ia pun menghubungi teman-temannya yang lain untuk mengurus pesta pernikahan nya. Selama ini, tak ada yang tahu jika Arabella memilki kehidupan nya sendiri di luar sana. Dan saat ini, Arabella pun memanfaatkan teman-teman yang pernah ia bantu. Jika mereka semua bermain drama. Maka Ia pun akan ikut bermain. Lihat saja siapa yang akan terperangkap dalam drama yang buat. ****** Hari-hari pun berlalu. Akhirnya, hari yang di tunggu-tunggu oleh Arabella telah tiba. Ia memakai gaun yang sangat indah. Bukan gaun sederhana yang di beli oleh ibu tiri nya di kaki lima. Gaun mewah dan mahal itu, adalah pemberian teman nya yang merupakan pemilik salah satu butik ternama. Undangan-undangan itu pun telah di sebar. Sebuah gedung besar akan menjadi saksi pernikahan mereka. "Bu, kenapa bisa begini? Lihat lah gedung dan dekorasi nya? Berapa uang yang harus ayah habiskan untuk gadis penyakitan itu? Aku tidak rela!" Ucap Mita saat tiba di sana. "Ibu juga tidak menyangka jika ia mengubah semua nya dalam waktu satu Minggu. Bahkan undangan nya saja sangat mewah. Tapi kamu tenang saja. Baju pengantin nya itu ibu beli di kaki lima. Baju bekas lagi." Hahahahhahahaha Mereka berdua masih saja tertawa dan menyangka jika Arabella bisa sebodoh itu. Lalu tidak lama kemudian, Arabella pun muncul. Mita dan Ibu nya begitu terperangah melihat pakaian pengantin yang begitu indah. Semua tamu menatap takjub pada Arabella. Bahkan, Raka pun hampir saja mimisan. "Bu, aku cantik kan hari ini?" Ucap Arabella. "I iya, kamu cantik sekali. Tapi, kenapa kamu tidak memakai baju pengantin yang telah ibu siapkan?" "Maafkan aku, Bu. Semalam, kamar ku ada tikus nya. Dan tikus itu nggak sengaja menggigit baju pengantin ku. Terpaksa aku meminta tolong pada teman ku untuk mengganti nya. Ibu tidak marah, kan." " Tentu saja ibu tidak marah." "Ibu tenang saja. Nanti, aku akan coba memperbaiki baju itu, dan akan aku berikan pada Mita sebagai baju pengantin nya nanti. Bagaimana?" Mita ingin membalas ucapan Arabella. Namun, di tahan oleh Ibu nya. Ia kesal dan ingin sekali menam-par Arabella saat itu. Namun, Ibu nya Mahdalena, tidak mungkin membuat citra mereka menjadi buruk di depan para tamu undangan. "Sudah. Tak perlu lagi membahas hal itu. Raka sudah menunggu mu sejak tadi." Dengan langkah yang pasti, Arabella pun mendekati calon suami nya. Para tamu undangan mulai berbisik-bisik. Arabella dan Raka benar-benar sangat jauh berbeda. Pakaian Arabella dari kalangan atas. Sedangkan Raka dan keluarga nya, memakai pakaian sederhana. Apalagi saat itu, Arabella sengaja mengundang para elit kalangan atas yang suka menghina orang-orang yang berada di bawah mereka. "Lihat pasangan pengantin itu. Bagaikan bumi dan langit. Beruntung sekali pria itu mendapatkan Nona Arabella yang merupakan satu-satunya anak pengusaha kaya raya." Ucap salah satu tamu yang ada di sana. "Kamu benar. Semoga saja ia dan keluarganya tidak memanfaatkan Nona muda itu." Beberapa tamu mulai kasak kusuk. Wajah keluarga Raka merah padam. Mereka bahkan di hina saat itu. Tapi, mereka tak bisa berkutik. Karena selama ini mereka pun di biayai oleh Arabella. Dan anak mereka Raka, merupakan karyawan di perusahaan ibu nya. Setelah beberapa saat kemudian, akhir nya Arabella dan Raka pun sah menjadi suami istri. Senyum Raka begitu merekah. Berbeda dengan Arabella. Di dalam kepala nya, banyak sekali strategi untuk membuat semua musuh-musuh nya masuk ke dalam perangkap nya. Para tamu undangan mulai menikmati makanan dan minuman yang di sajikan di sana. Arabella dan Raka duduk di atas pelaminan. Raka terus saja menatap Arabella dan Mita begitu kesal. Entah mengapa dua adik kakak itu bisa jatuh cinta pada Raka yang tampangnya biasa dan miskin itu. "Raka," "Iya Bella istriku. Ada apa?" "Aku mau kita tinggal di rumah orang tua ku setelah kita menikah. Bagaimana? Apa kamu setuju?" "Kenapa begitu?" "Ya karena, di apartemen itu kan ada keluarga mu. Aku rencana nya akan mengubah nama kepemilikan nya menjadi milik orang tua mu. Anggap saja sebagai kado pernikahan kita untuk mereka." "Benar kah begitu? Kamu sungguh baik sekali, Arabella. Tapi, mengapa kamu memberikan baju sederhana seperti itu pada keluarga ku dan suami mu ini. Lihat lah, kami bahkan di hina." "Raka, ini semua diluar kuasa ku. Ibu yang menyiapkan segala nya. Bukan aku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa." "Benarkah begitu?" "Tentu saja. Jadi Raka, sebaiknya kamu hubungi teman mu untuk membawa surat kepemilikan apartemen itu untuk aku bawa ke pengacara Ibu ku." "Baiklah, Arabella. Kamu memang istri yang sangat baik." Raka ingin mengecup bibir Arabella. Namun, Arabella langsung menghindar. Ia jijik sekali harus berbagi li-ur dengan adik tiri nya. Sebenarnya, beberapa tahun yang lalu, apartemen itu sudah di ubah menjadi milik Raka. Namun, kali ini Arabella ingin mengambil kembali apa yang menjadi milik nya. Dari kejauhan, Mita terus menatap pasangan itu. Hati nya memanas. Padahal, itu adalah rencana nya dan juga ibu nya. Tapi, tetap saja ia di bakar api cemburu. Pernikahan Raka dan Arabella menghabiskan uang yang sangat banyak. Bahkan Ayah nya Arabella pun ingin marah. Tapi, ia tak bisa berkutik. Karena hanya Arabella yang bisa mengendalikan semua uang-uang itu. Apalagi pengacara keluarga Ibunya, masih hidup sampai saat itu. "Raka, selamat datang di panggung sandiwara ku." Ucap Arabella sambil menyeringai.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN