Benar saja, sepuluh menit kemudian seorang lelaki bertubuh kurus dan tinggi memasuki ruangan kantor polisi. Hanya dengan menggunakan kaus putih dan celana jeans serta jaket berwarna biru. Sandal hitam dipakainya, menandakan bahwa ia cukup terburu-buru. Begitu melihat sosok Pak Sakti memasuki ruangan, aku sontak berdiri tegak dan memberikan isyarat lambaian tangan padanya. Ya, lelaki yang kuhubungi beberapa saat yang lalu adalah Pak Sakti. Ia adalah pengacara yang membantuku ketika mengurus perceraian dengan Mas Dandi. Pak Sakti pula yang membantuku memecahkan masalah mengenai harta gono gini yang sengaja ingin kugunakan murni untuk masa depan Haydar dan Jasmine nantinya. Lelaki berwajah tampan itu berjalan tergesa menghampiri. Wajahnya yang masih tampak terlihat mengantuk. “Maaf, sa

